Faktor Determinan Stunting pada Anak 6-24 Bulan di Kelurahan Bedahan Kota Depok

Penulis

  • Mizna Sabilla Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Himmatul Ulya Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58185/jmestahat.v6i1.191

Kata Kunci:

Stunting, BBLR, ASI eksklusif, pola asuh

Abstrak

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu 19,8% pada tahun 2024 dan belum mencapai target nasional sebesar 14%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor determinan stunting pada anak usia 6–24 bulan di Kelurahan Bedahan, Kota Depok. Deasin penelitian yang digunakan cross-sectional, berlokasi di Kelurahan Bedahan, Kota Depok pada 121 ibu dari anak usia 6-24 bulan di seluruh Posyandu yang dipilih secara purposive. Peneliti mengukur antropometri anak dengan infantometer dan microtoise, mewawancarai ibu menggunakan kuesioner dan melakukan food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji chi-square. Sebanyak 14,9% anak mengalami stunting. Faktor determinan yang berhubungan signifikan meliputi pemberian ASI eksklusif (p=0,043), Berat badan Lahir Rendah (BBLR) (p=0,019), dan pola asuh (p=0,043), sedangkan asupan energi, asupan protein, pekerjaan dan pendidikan ibu tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Pemberian ASI eksklusif, BBLR, dan pola asuh merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak 6-24 bulan di Kelurahan Pengasinan Kota Depok. Pencegahan stunting dapat berfokus pada asupan gizi sejak kehamilan, penguatan program ASI eksklusif, dan edukasi orang tua terkait pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Soliman A, Sanctis V De, Alaaraj N, Ahmed S, Alyafei F, Hamed N, et al. Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting : From Childhood to Adulthood. 2021;92(4):1–12.

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 of 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting [Internet]. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia; 2021. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Download/168225/Perpres Nomor 72 Tahun 2021.pdf

Menteri Kesehatan RI. Peratutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Vol. 21. Jakarta, Indonesia; 2020.

Luzingu JK, Stroupe N, Alaofe H, Jacobs E, Ernst K. Risk factors associated with under ‑ five stunting , wasting , and underweight in four provinces of the Democratic Republic of Congo : analysis of the ASSP project baseline data. BMC Public Health [Internet]. 2022;1–33. Available from: https://doi.org/10.1186/s12889-022-14842-x

Dessie G, Li J, Nghiem S, Doan T. Child stunting, thinness, and their academic performance in Ethiopia: A longitudinal study. Soc Sci Med [Internet]. 2025;373:118050. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0277953625003806

Kementerian Kesehatan RI. Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Dalam Angka. Jakarta; 2025.

Dinas Kesehatan Kota Depok. PROFIL KESEHATAN KOTA DEPOK TAHUN 2024. Depok; 2025.

Toga torop VE, Rahayuwati L, Susanti RD, Tan JY. Stunting predictors among children aged 0-24 months in Southeast Asia : a scoping review. Rev Bras Enferm. 2024;77(2):1–13. Available from: https://doi.org/10.1590/0034-7167-2022-0625

Jokhu LA, Syauqy A. Determinants of concurrent wasting and stunting among children 6 to 23 mo in Indonesia. Nutr J. 2024;122. Available from: https://doi.org/10.1016/j.nut.2024.112390

Quamme SH, Iversen PO. Prevalence of child stunting in Sub-Saharan Africa and its risk factors. Clin Nutr Open Sci [Internet]. 2025;42(2022):49–61. Available from: https://doi.org/10.1016/j.nutos.2022.01.009

Gunardi H. Optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan : Nutrisi , Kasih Sayang , Stimulasi , dan Imunisasi Merupakan Langkah Awal Mewujudkan Generasi Penerus yang Unggul. eJournal Kedokt Indones. 2021;9(1):1–6. Available from: https://doi.org/10.23886/ejki.9.2.1

Huang K, Zhao L, Guo Q, Yu D, Yang Y. Days , Two Non-Consecutive Days , Three Consecutive Days , and Three Non-Consecutive Days for Estimating Dietary Intake. Nutrients [Internet]. 2022;14(1960):1–14. Available from: https://doi.org/10.3390/nu14091960%0AAcademic

Lovegrove JA, Hodson L, Sharma S, Lanham-New SA, Krebs J. Nutrition Research Methodologies [Internet]. Wiley; 2015. (The Nutrition Society Textbook). Available from: https://books.google.co.id/books?id=CqYXBgAAQBAJ

Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. 2019.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Profil Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2021. Tangerang Selatan; 2022.

Febriani L, Ikhlasiah M. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Baduta. Faletehan Heal J [Internet]. 2024;11(1):23–32. Available from: https://doi.org/10.55018/janh. v7i2.344

Fron A, Orczyk-pawiłowicz M. Breastfeeding Beyond Six Months : Evidence of Child Health Benefits. Nutrients [Internet]. 2024;16(3891). Available from: https://doi.org/10.3390/nu16223891

Rani U, Singh M, Kashyotia SS. Breastfeeding: Importance in Early Development of the Immune System and Long-term Health. J Commun Dis. 2022;54(2):107–9. Available from: https://doi.org/10.24321/0019.5138.202280

Rahayu A, Rahman F, Marlinae L, Husaini, Meitria, Yulidasari F, et al. Buku Ajar Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Penerbit CV Mine. 2018. 27 p.

Putri TA, Salsabilla DA, Saputra RK. The Effect of Low Birth Weight on Stunting in Children Under Five : A Meta Analysis. J Matern Child Heal [Internet]. 2021;06(04):496–506. Available from: https://doi.org/10.26911/thejmch.-

Maineny A, Silfia NN, Usman H. Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan. 2022;1:9–14. Available from: https://doi.org/10.33860/njb.v1i1.982

Christiana I, Nazmi AN, Anisa FH. Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Desa Juking Pajang Wilayah Kerja Puskesmas …. 2022; Available from: https://doi.org/10.62094/jhs.v12i2.104

Riani EN, Margiana W. Hubungan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting pada Balita. J Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan. 2022;9(1):48–53. Available from: https://doi.org/10.37402/jurbidhip.vol9.iss1.175

Setiawan DA, Suherman, Yusuf K, Wahyuni F, G AV. Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Puskesmas Ilwaki Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2021. J Pharm Med Heal Sci. 2021;02(September):1–14. Available from: https://doi.org/10.35706/pc.v2i2.6308

Kumaladewi D, Maryanto S, Septiar Pontang G. The relationship between the intake of energy,protein, vitamin a and zinc (zn) and stunting in the age of early period in entering school in candirejo village. J Gizi Dan Kesehat. 2017;7(16):47–56. Available from: https://doi.org/10.35473/jgk.v7i16.1

Triani K, Fara YD, Mayasari AT, Abdullah. Hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting. J Matern Aisyah (JAMAN AISYAH) [Internet]. 2020;1(3):189–97. Available from: http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Jaman

Bela ASR, Tappy M, Rahawarin E, Pamean MS. Faktor Risiko Stunting pada Balita Antara Kelompok Ibu yang Bekerja dan Tidak Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura. J Ners [Internet]. 2025;9(3):4492–9. Available from: https://doi.org/10.26911/thejmch.-

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

Sabilla, M., & Ulya, H. (2026). Faktor Determinan Stunting pada Anak 6-24 Bulan di Kelurahan Bedahan Kota Depok. J-Mestahat, 6(1), 14–23. https://doi.org/10.58185/jmestahat.v6i1.191

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama